Oleh: faizfuat | 16 Januari 2009

TURUN TAPI NAIK

Sejak tanggal 15 Januari 2009 harga BBM mulai berubah harga, Bensin yang semula Rp. 5.000,- menjadi Rp. 4.500,-. Akhirnya turun juga barang yang beberapa saat kemarin sempat melambung tinggi. Dengan penurunan ini diharapkan daya beli masyarakat makin meningkat, terutama untuk pemenuhan kebutuhan pokok harian. Secara langsung atau tidak langsung harga barang yang ada kaitannya dengan minyak dapat turun juga.

Namun sampai saat ini, harga yang dibayar masyarakat belum sesuai dengan harapan pemerintah, yaitu penurunan harga atau biaya. Tarif angdes (angkutan desa), sledriangkot (angkutan kota) masih saja dengan harga saat BBM naik. Jangankan yang  berhubungan langsung dengan bensin, SLEDRI GEMUK yang biasanya se ikat agak banyak cuman Rp. 1.000,- aja, eh sekarang ikatannya makin ramping tapi harga jadi berubah, bukannya turun menyesuaikan harga BBM, malah berubah naik jadi SLEDRI LANGSING Rp. 2.000,-.

Padahal di Pasar Induk sini sepertinya nggak kekurangan stok sayur. Kemarin juga pas mau beli pepaya untuk Faiz, halah kaget neh, masak “kates” sebesar bola sepak takraw hargane lima ribu rupiah, wah sungguh terlalu. Rasanya kalo di Kediri paling cuman “limang atus repes” wae.

Penurunan BBM ini tidak diikuti oleh penurunan harga barang-barang yang lain, tapi harga yang ada sekarang adalah harga saat kenaikan BBM beberapa bulan kemarin, bahkan malah  ada yang naik. Apa yang salah dengan keadaan ini, belum tahu neh jawabannya. Mungkin teman-teman ada yang tahu, KENAPA TURUN TAPI NAIK?


Responses

  1. yah,,begitulah….mau gimana lagi?
    maunya yaturun bareng-bareng hehehe…mari berdoa semoga cepat turn semua ya …terimakasih sudah mampir…

  2. Sebenenya yang naik bukan hanya BBM aja bu, tapi dari pengatamanku juga di pengaruhi oleh keungan,iklim, BBM naik, bukan berati semua harus turun semua , harga pupuk aja udah kayak setan bu,langka pupuk, ya mungin dari istu petani menaikan harganya biar cukup. ya harapak kita semua nya bisa turun
    iya ya…memang ada beberapa yang gak bisa turun sekaligus..tapi semoga semua segera turun …lho, terimakasih sudah berkunjung

  3. iya nich Faiz, kemaren nganterin si mbok ke pasar juga gitu, *engkel2 an* ma penjuale. Masak gak turun blas harga ne sayur2 an nich…
    apa kata dunia harga bbm turun, sayur malah naek…
    weleh…weleh…


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: